Rabu, 08 Mei 2013

Masalah Penataan Barang di Gudang Toko Swalayan



Pada saat melakukan kunjungan konsultasi pada outlet toko swalayan, kami banyak menggali permasalahan dari karyawan. Mulai dari pekerjaan yang menjenuhkan, karir, selisih barang yang menjadi tanggungan mereka sampai persoalan stock opname barang di toko swalayan. Barang yang datang dari pusat belum tentu jumlahnya, kadang ya bisa sebanyak ini. Kami tidak melakukan order permintaan barang, tetapi pihak pusat yang mengirimkan barang kepada kami. Kita hanya bisa menerima saja pak. Akibatnya gudang menjadi penuh seperti ini dan kami mengalami kelambatan dalam melakukan pengecekan barang.

Sebetulnya kami bisa melakukan pengecekan lebih cepat apabila alat scannernya tidak mengalami kerusakan. Bila terjadi seperti ini, ya kami perlu menghitung dan mencatat jumlah barangnya. Sebetulnya sumbangsih kecepatan identifikasi barang dengan menggunakan alat bantu scanner tidaklah menyumbang perbaikan kecepatan yang signifikan dibandingkan dengan penghitungan secara manual. Apabila kondisi barang yang datang seperti ini (bercampur) atau penataan barang di rak penempatan tidak rapi maka alat bantu scanner dapat melakukan identifikasi lebih cepat. Kecepatan identifikasi ini dikarenakan petugas hanya melakukan scan atas barang dimana mereka asal ambil barang dan dipindahkan ke dos lainnya.

Kecepatan identifikasi atas barang yang diterima ditentukan oleh kerapian penataan barang oleh pengirim. Kebiasaan rapi akan meningkatkan produktifitas kerja. Jumlah tetap (fixed) yang sama  dalam 1 dos pengiriman akan mempercepat identifikasi barang bila disertai packing list yang sesuai dengan nomor packing barangnya. Pada kenyataannya, alat scanner yang dimiliki juga sering tidak digunakan oleh karyawan karena rusak atau hal lainnya. Menciptakan kedisiplinan untuk rapi sangat menunjang peningkatan produktifitas kerja.

Item barang yang dikirimkan dalam satu packaging, sangat menunjang kecepatan dalam melakukan proses penerimaan barang. Karyawan toko swalayan telah memisahkan penempatan barang dengan packaging item barang tersebut. Masalah penempatan barangnya ditumpuk menjadi satu dengan barang lainnya. Lebih baik lagi bila dibuatkan rak penempatan barang sehingga barang dos juga penempatannya tidak tercampur. Pengecekan atas barang dos juga akan lebih mudah dan cepat serta masalah kesalahan identifikasi dan penghitungan jumlah menjadi berkurang. Setiap dos yang telah terbuka maka semua isinya harus dipindahkan ke rak eceran, untuk menghindari masalah kesalahan hitung jumlah barangnya.

Kondisi rak eceran masih dapat dioptimalkan lagi karena kapasitas ruang penempatannya dapat ditingkatkan. Tinggi rak penempatan disesuaikan dengan ketinggian dari kelompok item barang sehingga penempatannya dapat dioptimalkan. Masalah kesalahan hitung menjadi berkurang karena barang tidak lagi ditumpuk dalam penempatannya. Barang jumlah besar dapat di tempatkan diposisi belakang sehingga bisa memudahkan untuk mengidentifikasi penyimpangan atas item barang yang tinggal sedikit. Pengaturan pemindahan barang ke toko juga dapat di tetapkan agar tercapai kemudahan dan kecepatan dalam penghitungan barang di gudang dan di rak display toko swalayan. Tentu saja dengan manajemen gudang yang baik, maka kecepatan kerja bisa diwujudkan, produktifitas bisa ditingkatkan, masalah kesalahan identifikasi dan masalah kesalahan penghitungan barang dapat berkurang, baik menggunakan alat bantu scanner maupun dikerjakan secara manual.

Berbagi untuk mendatangkan manfaat. Salam sukses selalu

Drs. Psi. Reksa Boeana
Executive Partner PT. Smart Business Solution
031-8781491

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar