Rabu, 21 November 2012

Kartu Stock Barang



Kartu stock dibutuhkan untuk mendata transaksi barang masuk dan keluar gudang. peranan kartu stock sangat penting sebagai bukti tanggung jawab dari petugas gudang. kartu stock juga dapat digunakan sebagai cross check transaksi masuk barang yang sesuai dengan register pembelian. Begitu pula dapat digunakan sebagai cross check transaksi barang keluar yang menjadi kontrol dari register penjualan. Oleh karena itu dalam melakukan input atas barang retur dari penjualan, tidak bisa di data pada kolom masuk dalam kartu stock karena total jumlah data pembelian pada register pembelian dan total jumlah barang masuk pada kartu stock bisa menjadi tidak sama.

Kartu stock sangat membantu memberikan informasi tentang posisi stock dan mampu mendukung pemenuhan atas order penjualan. Informasi data pada kartu stock perlu dirancang agar bisa benar dan up to date. Oleh karena itu banyak manajemen perusahaan melakukan investasi program komputer dengan harapan data stock yang disajikan dapat benar dan up to date. Penundaan input data transaksi di gudang seharusnya tidak dibenarkan. 

Bagaimana peran kartu stock barang bila program komputer telah dioperasikan? Ada sebagian yang memberikan saran, agar kartu stock manual tetap dibuat sebagai bukti pertanggung jawaban pihak gudang. Kartu stock sebagai bukti pegangan bagi petugas gudang untuk mencatat data transaksi barang. Sebaiknya manajemen menerapkan 2 sistem kerja, yaitu dengan program komputer dan kartu stock manual. Sama halnya dengan pencatatan persediaan yang dilakukan oleh bagian administrasi gudang (APG) dan petugas administrasi persediaan kantor (APK). Dengan adanya kartu stock manual maka kita bisa melakukan pengecekan atas kebenaran input data yang dilakukan oleh pihak administrasi kantor. Oleh karena itu masih banyak manajemen perusahaan yang menerapkan sistem kerja ini. 

Bila dilakukan evaluasi atas kegiatan input data dan mencatat data transaksi maka terjadi pekerjaan 2 kali. Hal ini tentunya kurang efisien. Semakin banyak transaksi maka pengurusan adminitrasi kartu stock manual menjadi persoalan tersendiri, karena datanya menjadi tidak up to date. Langkah yang tepat adalah membuat pemastian tentang kebenaran data transaksi oleh bagian gudang. Sistem pengadministrasian stock cukup dengan menggunakan program komputer. Namun perlu dilakukan uji keandalan atas sistem program komputer terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan dalam data saldo stock. Setelah sistem dinilai cukup handal maka cara kerja dengan menggunakan kartu stock manual dihapuskan. Pemantauan kestabilan sistem dapat dilakukan dengan opname sampling atas item barang yang bergerak.

Salam sukses selalu

Drs.psi. Reksa Boeana
Executive Partner PT. Smart Business Solution
031-8781491

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar